Laporan terbuka EONET
NASA EONET
--
Laporan sumber, bukan total banjir nasional
Estimasi Luas
HEKTAR
Belum diketahui
Luas terdampak tidak tersedia pada feed
Misi Drone F4H
UAV SURVEY
Arsip misi
Aceh, Cilacap, Demak, Kalsel
Potensi Hujan
BMKG RADAR
Lihat radar BMKG
Pesisir & Hulu DAS
Peta Laporan Banjir NASA EONET
Laporan terbuka NASA EONET; bukan tingkat siaga atau batas genangan.
Sumber peta: NASA EONET (laporan terpilih)
Daftar Wilayah Banjir
Menunggu sumber
Laporan NASA EONET
+ Data Representatif Indonesia (BPBD/BNPB). Titik bertanda 🛰️ = deteksi satelit real-time.
PANDUAN MITIGASI & TEKNOLOGI KAJI BANJIR
Faktor Utama Pemicu Banjir Masif di Indonesia
Bencana hidrometeorologi banjir di Indonesia dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrim, kondisi geomorfologi daerah aliran sungai (DAS), dan degradasi lingkungan:
- Curah Hujan Ekstrim & Fenomena Gelombang Atmosfer: Peningkatan intensitas hujan akibat monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), dan La Niña yang memicu luapan sungai melebihi kapasitas tampung.
- Sedimentasi dan Alih Fungsi Lahan DAS: Penggundulan hutan hulu sungai mempercepat debit limpasan permukaan (surface runoff) dan menyebabkan pendangkalan dasar sungai.
- Banjir Rob (Pasang Air Laut): Wilayah pesisir utara Jawa (Pantura) dan muara sungai menghadapi ancaman banjir rob permanen akibat penurunan muka tanah (land subsidence).
Teknologi Drone UAV dalam Kaji Cepat Luapan Banjir
Melalui operasi relawan di berbagai wilayah (seperti respons kami pada Banjir Aceh Tamiang 2025, Banjir Cilacap 2025, dan Banjir Demak 2024), Fly For Humanity menggunakan drone untuk:
- Pemetaan Batas Genangan (Flood Inundation Boundary): Menentukan garis batas air dengan akurasi sub-desimeter untuk kaji kerugian aset warga dan lahan pertanian.
- Inspeksi Titik Kritis Tanggul: Menemukan retakan atau bagian tanggul yang jebol dari udara untuk percepatan penanganan alat berat darurat.
- Identifikasi Jalur Evakuasi Air: Memandu tim SAR dan perahu karet menghindari kabel listrik terendam atau puing berbahaya.
Pertanyaan Seputar Pemantauan Banjir (FAQ)
Status siaga ditentukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan BPBD setempat berdasarkan elevasi tinggi muka air (TMA) di pos duga air/bendung pantau, terbagi menjadi Normal, Siaga 3 (Waspada), Siaga 2 (Kritis), dan Siaga 1 (Bencana/Awas).