Total Hotspot
24 JAM
48
Titik Panas Teridentifikasi
Confidence
VIIRS h
19
Potensi Api Terbuka Aktif
FRP Tertinggi
MW
—
Wilayah: —
Sebaran Asap
NASA GIBS
VIIRS NRT
SNPP Corrected Reflectance
PM2.5 Kritis
MONITORING
—
11 Stasiun Koridor Gambut
Vektor Angin
10m GFS
—
Proyeksi sebaran 6–12 jam
Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot) & Kawasan Rawan Karhutla
Tinggi
Nominal
Rendah
Sumber: NASA FIRMS Suomi-NPP VIIRS 24 jam
Daftar Titik Panas Terkini
48 Hotspot
NASA FIRMS VIIRS 24 jam
Daftar menampilkan 40 FRP tertinggi. Luas terbakar dan AQI tidak dihitung dari titik panas.
PANDUAN TEKNIS & MITIGASI KARHUTLA
Karakteristik Kebakaran Hutan & Lahan Gambut di Indonesia
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia memiliki keunikan dibandingkan negara-negara beriklim subtropis karena sebagian besar terjadi pada ekosistem lahan gambut (peatland) di pulau Sumatera (Riau, Jambi, Sumatera Selatan), Kalimantan (Kalbar, Kalteng, Kalsel), dan Papua.
- Kebakaran Bawah Permukaan (Smoldering Peat Fire): Api di lahan gambut merambat di bawah permukaan tanah hingga kedalaman beberapa meter, melepaskan asap tebal pekat beracun (karbon monoksida dan partikulat $PM_{2.5}$) tanpa memperlihatkan kobaran api tinggi di atas tanah.
- Anomali Titik Panas (Hotspot): Satelit penginderaan jauh menggunakan sensor inframerah untuk mengukur suhu kecerahan (brightness temperature). Tingkat kepercayaan (confidence) di atas 80% menunjukkan probabilitas tinggi terjadinya kebakaran aktif di lapangan.
Peran Drone Thermal & WebGIS Fly For Humanity
Dalam penanggulangan karhutla, Fly For Humanity menerapkan teknologi pesawat tanpa awak (UAV) dengan kamera sensor termal (Thermal Infrared) guna:
- Mendeteksi titik bara api tersembunyi di bawah tanah gambut yang tidak kasat mata pada siang hari.
- Mengarahkan tim darat (Manggala Agni / BPBD) menuju koordinat presisi sekat bakar dan kanal air terdekat.
- Melakukan pemetaan batas luas areal terbakar (burn scar mapping) untuk estimasi emisi karbon dan restorasi lahan.
Pertanyaan Seputar Titik Panas & Karhutla (FAQ)
Tidak selalu. Hotspot adalah anomali suhu thermal tinggi di permukaan bumi. Suhu tinggi tersebut bisa disebabkan oleh kebakaran aktif, permukaan atap pabrik seng, cerobong industri, atau permukaan tanah terbuka kering yang terpapar sinar matahari terik. Oleh karena itu, verifikasi lapangan (ground check) atau kaji cepat drone sangat dibutuhkan untuk hotspot berkategori confidence tinggi (≥80%).