Radar Cuaca & Satelit Himawari-9 Real-Time
Sistem Pemantauan Presipitasi Hujan, Awan Badai Cumulonimbus, Citra Satelit Himawari/GK2A, Sambaran Petir, dan Telemetri Live METAR Bandara Seluruh Wilayah Udara Indonesia (FIR WIIF / WAAF).
Observasi METAR Live
NOAA / BMKGLaporan cuaca penerbangan aktual di bandara-bandara strategis Indonesia untuk evaluasi navigasi dan keselamatan UAV.
Standar Keselamatan Meteorologi Penerbangan & Pilot Drone
Pedoman teknis membaca citra satelit dan radar cuaca untuk mitigasi risiko badai konvektif, wind shear, icing, dan turbulensi pada misi tanggap darurat bencana Fly For Humanity.
Interpretasi Reflektivitas dBZ
Nilai dBZ (>45 dBZ) menunjukkan presipitasi lebat yang disertai awan badai konvektif. Drone multirotor dan fixed-wing dilarang beroperasi pada area berwarna kuning tua hingga merah untuk mencegah kerusakan sensor avionik dan motor brushless.
Suhu Puncak Awan (IR Satelit)
Citra Infrared Himawari mengukur suhu puncak awan. Area bersuhu sangat dingin (< -60°C) mengindikasikan awan Cumulonimbus (CB) yang menembus lapisan tropopause, memiliki updraft kuat dan potensi sambaran kilat intensif.
Kategori Terbang VFR / IFR
Kategori VFR (Visual Flight Rules) mengharuskan jarak pandang minimum 5 km dan plafon awan di atas 3.000 kaki. Jika stasiun menunjukkan IFR (warna merah), seluruh operasi pemetaan udara ortofoto wajib ditunda demi keamanan.
Citra Infrared (IR 10.4µm): Mengukur radiasi termal bumi dan puncak awan 24 jam sehari (siang dan malam). Semakin dingin suhu puncak awan (ditandai warna putih pekat hingga ungu/merah pada enhance convective), semakin tebal dan berbahaya sistem badai tersebut.
Butuh Analisis Geospasial Lengkap?
Akses WebGIS Workstation Fly For Humanity untuk melihat layer ortofoto drone bencana resolusi tinggi, pemodelan sesar gempa, titik panas karhutla, dan jalur evakuasi.