Monitoring Kekeringan Seluruh Indonesia
Peringatan resmi BMKG dan indikator hari tanpa hujan nasional. Diperiksa otomatis setiap 15 menit; GSMaP menggunakan data harian, peringatan diterbitkan per dasarian (sekitar 10 hari). Cakupan mengikuti publikasi sumber, belum mencakup seluruh laporan dampak dan distribusi air BNPB/BPBD/PMI.
Mengambil publikasi BMKG…
Sumber: BMKG. Citra ditampilkan utuh bersama logo, tanggal, dan legenda sumber. Klik gambar untuk memperbesar. Hari tanpa hujan merupakan indikator meteorologis, bukan jumlah warga terdampak atau kebutuhan air.
Warna menunjukkan kabupaten/kota dalam peringatan BMKG, bukan batas lahan kering atau lokasi pengamatan. Wilayah tanpa warna belum tentu bebas kekeringan. Batas tampilan disederhanakan (WGS84); sumber: Laravel Nusa / Peta Nusa · MIT.
| Provinsi | Kabupaten / Kota | Peringatan BMKG |
|---|
Rekap Distribusi Air PMI Kabupaten Sumedang · Data Lokal 2026
Peta Daerah Kekeringan & Monitoring Distribusi Air Bersih
Sistem pemantauan geospasial tanggap darurat krisis air bersih terintegrasi. Menampilkan sebaran titik dropping logistik tangki air Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang, evaluasi penerima manfaat, dan koordinat spasial desa/kelurahan terdampak kemarau panjang.
Memuat peringatan dan batas kabupaten/kota…
Titik Distribusi Air PMI
17 LokasiDistribusi Air Per-Kecamatan (Kabupaten Sumedang)
Rekapitulasi total liter air bersih yang disalurkan armada tangki darurat PMI.
Indikator & SOP Bantuan Air
Pedoman pemenuhan hak air bersih standar kemanusiaan SPHERE.
Tabel Rekapitulasi Distribusi Air Per-Kecamatan
| No | Kecamatan | Desa / Kelurahan | Penerima KK | Penerima Jiwa | Distribusi (Liter) | Volume (m³) | Status Urgensi | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| TOTAL SELURUH KABUPATEN SUMEDANG | 12.023 | 50.007 | 473.000 | 473,0 | 9 KECAMATAN / 17 TITIK | |||
Dampak Bencana Kekeringan di Kabupaten Sumedang & Solusi Berbasis Data Geospasial
Bencana kekeringan hidrologis dan meteorologis merupakan ancaman tahunan di berbagai wilayah perbukitan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penurunan curah hujan yang berkepanjangan menyebabkan debit mata air pegunungan menyusut drastis, sumur gali warga mengering, dan sawah tadah hujan mengalami retak-retak.
Wilayah Paling Terdampak Krisis Air di Sumedang
Berdasarkan data operasi tanggap darurat Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang 2026, distribusi air bersih tertinggi terkonsentrasi di:
- Kecamatan Sumedang Selatan: Total distribusi mencapai 85.000 Liter melayani 9.627 jiwa, dengan titik terbesar di Kelurahan Cipameungpeuk (70.000 L).
- Kecamatan Rancakalong: Total 85.000 Liter untuk 6.783 jiwa di Desa Cibungur (55.000 L) dan Desa Sukahayu (30.000 L).
- Kecamatan Sumedang Utara: Total 81.000 Liter menjangkau 6.606 jiwa di Kelurahan Situ (45.000 L) dan Jatihurip (35.000 L).
- Kecamatan Darmaraja: Penyaluran 66.000 Liter terfokus di Desa Tarunajaya dekat lingkar Waduk Jatigede yang melayani 8.223 jiwa dan 2.630 KK.
- Kecamatan Cimalaka: Penyaluran 46.000 Liter mencakup lereng Gunung Tampomas termasuk Desa Cibeureum Wetan (41.000 L) dan Serang (5.000 L).
Peran Drone & Pemetaan Udara Fly For Humanity (F4H)
Dalam mendukung operasi logistik air, teknologi drone nirawak F4H dimanfaatkan untuk:
- Pemetaan Embung & Waduk Retensi: Mendeteksi penurunan volume air waduk dan danau secara fotogrametri akurat.
- Analisis Akses Armada Tangki: Memastikan jalur jalan desa berliku di perbukitan aman dilalui truk tangki berkapasitas 5.000 liter.
- Survei Titik Distribusi Komunal: Menentukan letak hidran umum dan tandon air darurat agar mudah dijangkau seluruh warga tanpa antrean berdesakan.


